Waktu siang, sore, malam, pagi sepanjang hari selama kita masih diberi peluang hidup, di saat itulah nikmat dan anugerah Allah kita peroleh. Tidak usah jauh-jauh kita melihat realitanya, marilah kita lihat diri kita sendiri secara fisik kita selalu di beri cahaya cahaya kenikmatan. Kita diberi indera yang lengkap. penglihatan, pendengaran, penciuman, pernapasan, dan kenikmatan cahaya lainyya. yang memungkinkan kita mengecap segala bentuk nikmat duniawi yang enak-enak dan indah. Atau lihatlah sekeliling kita, sinar mentari yang hangat, air dan udara yang segar, pepohonan tempat berteduh, semua disediakan oleh Allah untuk kita semua, gratis tanpa kita membayar. Gratis tis tis tis… Kalau ada yang gratis ngapain mbayar? he,,,
Lantas pernahkah kita bersyukur akan cahaya kenikmatan itu semua???
Itulah sebab Teladan kita Rasulullah SAW menganjurkan agar kita beribadah sebanyak mungkin, sebagai ungkapan syukur kita kepada-Nya, atas segala kenikmatan pemberian-Nya. Allah adalah Zat Mahasegalanya, jadi Dia tidak membutuhkan apa pun dari kita. Allah pun tidak membutuhkan ibadah kita, karena bagi Dia tidak jadi soal apakah seluruh semesta menyembah-Nya atau malah ingkar pada-Nya.
Ibadah kita kepada-Nya semata-mata berpangkal dari kesadaran kita sendiri, yakni kesadaran tentang keharusan untuk bersyukur kepada-Nya karena telah memberi kita begitu banyak nikmat. Ibadah merupakan ekspresi rasa syukur kita kepada Alloh Tuhan semesta atas semua nikmat pemberian-Nya. Bukankah demikian sobat???
Allah SWT sendiri tidak suka kepada manusia-manusia yang enggan bersyukur. Dalam sebuah hadis qudsi, Dia berkata, ''Siapa yang tidak mau bersyukur atas nikmat pemberian-Ku, dan tidak mau bersabar atas cobaan-Ku, maka silakan saja ia keluar dari kolong langit-Ku dan silakan ia cari tuhan selain Aku!''
Bagaimana caranya kita bersyukur???
Dalam tataran paling mendasar, rasa syukur bisa diwujudkan dengan cara menjaga nikmat Allah agar tidak digunakan di jalan maksiat. Kita biasa mengucap kata hamdalah atau mungkin memperbanyak ibadah mahdah dan ibadah-ibadah sunat lainnya, sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada-Nya karena telah memberi kita nikmat yang tak terkira. Akan tetapi, hamdalah kita, amal-amal mahdhah, dan amalan sunat kita yang lain, itu semua tidak akan ada artinya sama sekali jika, di sisi lain dan bersamaan dengan itu, kita masih saja melakukan maksiat kepada Allah dengan menggunakan fasilitas nikmat pemberian-Nya.
Misalnya saja kita sering shalat dan puasa sunat, katakanlah itu kita lakukan sebagai ungkapan syukur, tetapi kita juga tidak bisa meninggalkan ucapan jorok, menggunjing saudara, dan sebagainya, ya apa gunanya.
Semoga kita semua senantiasa cahaya kenikmatan syukur kita selalu bersemayam dalam hati nurani kita. Amien Ya robbal’alamin











Comments :
0 komentar to “menemukan cahaya syukur Gratis”
Poskan Komentar