Jumat, 20 Maret 2009

Pohon Tua

Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya, tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya. Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu.


Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang. Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. "Pohon yang sangat berguna," begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi. 


Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya, kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh. Sang pohon pun bersedih. "Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?" begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. "Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini?" Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.


Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang. Hingga pada saat pagi menjelang. "Cittt...cericirit...cittt" Ah suara apa itu? Ternyata, ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. "Cittt...cericirit...cittt," suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu... dua... tiga... dan empat anak burung lahir ke dunia. "Ah, doaku di jawab-Nya," begitu seru sang pohon. 


Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka,akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering, mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. "Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini", gumam sang pohon dengan berbinar. Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.


Teman, begitulah. Adakah hikmah yang dapat kita petik disana? Allah memangselalu punya rencana-rencana rahasia buat kita. Allah, dengan kuasa yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita. Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah ditebak, namun, yakinlah, Allah Maha Tahu yang terbaik buat kita. Saat dititipkan-Nya cobaan buat kita, maka di saat lain, diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah. Ujian yang sandingkan-Nya, bukanlah harga mati. Bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Allah memberikan cobaan pada sang Pohon, maka, sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih untuk menumbangkannya, sebab, Dia menyimpan sejumlah rahasia. Allah, sedang menguji kesabaran yang dimiliki. Teman, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Allah, selalu bersama orang-orang yang sabar.
Postingan lain yang berhubungan :


Comments :

14 komentar to “Pohon Tua”

Artikel yang menarik, cerdas dan mencerdaskan. Gak rugi mampir kesini banyak ilmu dan pengetahuan yang diperoleh. Ditunggu postingan berikutnya. Terus berkarya dan…. TETAP SEMANGAT !, Sukses untuk kita semua.

mas wawan mengatakan...
on 

izin kopi paste dan sebar via email kantor :)

reZa mengatakan...
on 

ada hikmah aku mampir ke sini.

yang jelas, ada hikmah dalam setiap kejadian, dan jika kita bijak, kita akan memaknai lebih dalam setiap hikmah yang bisa kita ambil

kang dwi mengatakan...
on 

Bagus sekali tuh artikelnya, pelajaran yang dapat saya petik bahwa kita tidak harus belajar dari bagku sekolah saja, tapi kita juga bisa belajar dari alam sekitar dan Allah SWT adalah segala penentu atas apa yang terjadi di alam semesta. ditunggu artikel berikutnya.

Best Mp3 Players mengatakan...
on 

Artikel yang penuh makna dan memberi teladan kehidupan

Shidiq mengatakan...
on 

smua pasti ada manfaatnya

Raini Munti mengatakan...
on 

setelah membaca aku terbantukan untuk memutihkan sisi hitamku

Sisi Putih mengatakan...
on 

artikel nya bagus bro untuk dijadikan contoh

ricky mengatakan...
on 

nice post teman,kabar baik,kunjungannya selalu dinanti

Feri mengatakan...
on 

Articlenya bagus sobat, salam kenal ya...

surewi wardrobe mengatakan...
on 

sangat menyentuh sobat....

Planet Jingga mengatakan...
on 

numpang lewat... ternyata blognya bagus banget...
gak nyesel deh kesini..

yadhie
yadhe.web.id

yadhie mengatakan...
on 

Ass..Kita ini makhluk lemah..jadi semua atas kehendak Allah..Maka dari itu Kita juga harus menghargai alam di sekitar kita..di tunggu yah artikel berikut nya

Haniseh mengatakan...
on 

Ass..subhanAllah..artikel yang benar2 menyentuh hati..Maka dari itu tetaplah Berbaik sangka kepada Allah..lanjutkan yah..bravo..

Haniseh mengatakan...
on 

Poskan Komentar